top of page

Saat Foto Lo Kheng Hong Kerek Saham MNC, Hari Ini kok Bablas?

  • Aug 13, 2020
  • 2 min read

PT Equityworld Futures Medan- Induk usaha bisnis media Grup Media Nusantara Citra (MNC) milik taipan Hary Tanoesoedibjo yaitu PT Global Mediacom Tbk (BMTR) baru saja melangsungkan public expose atau paparan publik pada Selasa (11/8/20). BMTR adalah induk usaha dari PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Vision Networks Tbk. (IPTV). Berdasarkan laporan keuangan publikasi, BMTR mencetak penurunan pendapatan dan laba bersih sepanjang paruh pertama 2020. BMTR mencetak pendapatan Rp5,86 triliun, turun 7,84% dibandingkan pendapatan periode yang sama tahun lalu Rp 6,36 triliun. Penurunan ini terjadi seiring dengan pendapatan iklan non digital atau iklan konvensional yang turun, padahal lini bisnis ini menjadi kontributor utama perseroan. Pendapatan yang berasal dari MNCN ini terkoreksi hingga 13,51% secara year on year menjadi Rp 3,20 triliun. Laba bersih BMTR tercatat turun 7,71% menjadi Rp 597 miliar dari yang sebelumnya Rp 551 miliar. Di sisi lain, MNCN membukukan kenaikan laba bersih sebesar 6% secara year on year (YoY) pada kuartal kedua 2020 dengan laba bersih sebesar Rp 675 miliar dibandingkan dengan Rp 635 miliar pada tahun sebelumnya. Merespons kinerja ini, saham-saham MNC Group pada perdagangan kemarin sempat melesat. Namun pada perdagangan Kamis ini (13/8/2020) penguatan berkurang. Tercatat setelah kemarin saham-saham grup MNC berhasil melesat, hari ini saham grup MNC terkoreksi dan hanya BMTR yang mencatatkan kenaikan. Setelah kemarin naik menyentuh 24,53% level Auto Reject Atas (ARA) pada akhir perdagangan sesi pertama BMTR hanya mampu mencatatkan kenaikan 2,27% di level Rp 270/unit walaupun sempat naik tinggi 15,91% di awal perdagangan. Nasib serupa juga datang kepada anggota indeks LQ45 yakni indeks dengan konstituen perusahaan berfundamental baik dan bertransaksi likuid. Saham MNCN, setelah kemarin terapresiasi 8,52%, hari ini MNCN terpaksa terkoreksi 1,05% ke level Rp 945/unit pada tengah hari ini setelah pagi tadi sempat naik 3,14%. Penurunan paling parah dibukukan oleh PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) yang terkoreksi menyentuh level Auto Reject Bawah (ARB) anjlok 6,83% ke level Rp 955/unit. MSKY sendiri sudah turun menyentuh level ARB selama 2 hari berturut-turut. Dalam paparannya, Hary Tanoesoedibjo, Group Chairman MNC Group, mengatakan dirinya termotivasi dengan hasil yang diraih bisnis media Grup MNC pada semester I tahun ini. "Saya termotivasi oleh hasil yang kami peroleh pada Q2-2020. Meskipun mengalami pertumbuhan negatif untuk semester ini," katanya, dikutip dari dokumen paparan di Bursa Efek Indonesia. "Saya sangat yakin bahwa kami telah melewati masa terburuk bagi industri media dalam hal belanja iklan selama H1-2020. Walaupun dampak ekonomi dari pandemi ini akan masih terasa, perilaku masyarakat kita juga akan berubah," tegasnya. "Yang berarti akan lebih banyak lagi orang yang menonton TV, dan juga waktu menonton mereka per hari akan bertambah. Untuk H2-2020, saya yakin bahwa Perseroan akan mencatat performa yang jauh lebih baik daripada semester pertama," jelas salah satu orang terkaya di Indonesia ini. Sumber : cnbcindonesia.com PT Equityworld Medan Equity world Medan Lowongan Kerja Terbaru 2020 Loker EWF Medan

 
 
 

Comments


Also Featured In

    Like what you read? Donate now and help me provide fresh news and analysis for my readers   

Donate with PayPal

© 2017 by "EWF Medan". Proudly created with Wix.com

bottom of page